Welcome...

Selamat datang di blog saya. Senang sekali ada yang mau berkunjung. Mencoba menjadi penulis yang baik. Menuliskan topik yang terjadi di sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi, lumayan panjang (walaupun capek mikir dan ngetik wakakaka...), inspiratif, informatif, dan tidak membosankan pembaca (karena saya males baca sebenarnya)... Semoga blog ini bermanfaat buat semua yang mampir. Terima kasih... :)

Tuesday, November 1, 2011

Kehidupan Dimulai Saat...

Beberapa hari terakhir ini aku banyak sekali membaca blog yang sangat memberkati. Aku belajar dari kisah-kisah mereka dalam menggumuli panggilan hidup. Tentang beratnya tantangan sekaligus penyertaan Tuhan yang tidak pernah terlambat.
Belum Terlambat Untuk Memulai
Berbicara mengenai panggilan hidup, banyak orang yang akan berpikir bahwa itu hanya milik hamba Tuhan atau misionaris atau apapun sebutan untuk itu. Berbicara mengenai panggilan hidup, mungkin kita berpikir mengenai apa yang akan dilakukan setelah lulus kuliah nanti. Berbicara mengenai panggilan hidup, mungkin kita berpikir mengenai apa yang akan dilakukan setelah kehidupan mapan (berada pada puncak karier, memiliki kekayaan yang melimpah, anak-anak sudah hidup sejahtera, semua hal yang berhubungan dengan materi, kenyamanan, kesuksesan). Benarkah seperti itu? Bagaimana pendapat yang lain? Bagaimana pendapat Tuhan?

Mungkin tidak pantas juga tak layak bagiku untuk menuliskan hal ini? Siapa aku? Hanya seorang yang berdosa. Apakah aku sendiri sudah tahu panggilan hidupku?

Pernah suatu hari aku berpikir "Aku ingin seperti Abraham. Aku ingin menemukan suatu tempat yang menjadi KANAAN-ku".

Panggilan hidup... Hanya sedikit orang yang sungguh-sungguh menggumulinya dengan serius. Pertanyaannya, "Kapan harus sungguh-sungguh mulai menggumulinya?", "Kapan panggilan hidup itu dimulai?"

Mari kita lihat tokoh-tokoh di Alkitab. Contoh paling sering diangkat adalah Abraham. Mari kita lihat Kejadian 12. Abraham yang waktu itu bernama Abram pertama kalinya dipanggil oleh Allah ke suatu negeri yang dijanjikan untuk menjadi milik pusakanya. Bagaimana reaksi Abraham? Dia taat. Dia rela melepaskan segala kenyamanan yang dimilikinya Panggilan hidup dimulai ketika Allah memanggil dan kita taat. Bisakah Abraham menolak? Aku rasa bisa saja tapi tentunya dia tidak akan disebut "Bapa orang beriman" dan "Bapa bangsa-bangsa".

Teladan lain yang dapat dilihat adalah Musa. Aku terkagum-kagum dengan tokoh yang satu ini. Seorang pemimpin Israel yang amat tersohor bo... Kisahnya begitu luar biasa. Hidupnya dimulai dalam rancangan Allah. Mulai dari dia lahir, dibesarkan, diajar Tuhan selama pelarian, dibentuk semakin tangguh di padang gurun dalam perjalanaan ke Kanaan walaupun akhirnya dia tidak masuk ke negeri yang dijanjikan. Bahkan Allah sendiri yang menguburkannya. Reaksi dia Taat walaupun awalnya ragu.


Tokoh luar biasa lainnya adalah Paulus. Manusia sempurna dalam pandangan manusia. Sekalipun aku juga ada alasan untuk menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. Jika ada orang lain menyangka dapat menaruh percaya pada hal-hal lahiriah, aku lebih lagi: disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, dari suku Benyamin, orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi,tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat. Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus. Malahan segala sesuatu kuanggap rugi, karena pengenalan akan Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus, dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan. Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati. Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarnya, kalau-kalau aku dapat juga menangkapnya, karena akupun telah ditangkap oleh Kristus Yesus. Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu marilah kita, yang sempurna, berpikir demikian. Dan jikalau lain pikiranmu tentang salah satu hal, hal itu akan dinyatakan Allah juga kepadamu. Tetapi baiklah tingkat pengertian yang telah kita capai kita lanjutkan menurut jalan yang telah kita tempuh. Filipi 3:4-16. Familiar dengan perkataan Paulus itu?

Tidak ada kata terlambat untuk memulai Teman... Panggilan hidup kita dimulai dalam rancangan Allah.


Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun aku dalam kandungan ibuku. Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang akan dibentuk, sebelum ada satupun dari padanya. Mazmur 139:13-16



Ke mana saja kutelah sedia
Pimpinan Tuhan tak pernah bersalah
Tolong kutaat memikul salibku
Tuhan pimpinanMu sempurna

Dalam kota besar atau dalam rimba
Jiwa sama berharga di mataMu
Ke mana saja kutelah sedia
Kumau cinta yang dicinta Hu (Ke Mana Saja-Pdt Dr. Stephen Tong)


Selamat menggumuli dan melakukan dengan sungguh-sungguh PANGGILAN HIDUP dari Tuhan


Soli Deo Glori





No comments:

Post a Comment