Welcome...

Selamat datang di blog saya. Senang sekali ada yang mau berkunjung. Mencoba menjadi penulis yang baik. Menuliskan topik yang terjadi di sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi, lumayan panjang (walaupun capek mikir dan ngetik wakakaka...), inspiratif, informatif, dan tidak membosankan pembaca (karena saya males baca sebenarnya)... Semoga blog ini bermanfaat buat semua yang mampir. Terima kasih... :)

Friday, February 1, 2013

Dear Iis, Pasien Perdarahan Postpartum

Beberapa hari lalu seorang teman mengirimkan whatsapp tentang permintaan donor golongan darah A, dan kebetulan golongan darahku A. Langsung saja aku telpon teman tersebut. Setelah serangkaian telpon-menelpon dengan orang-orang yang berbeda akhirnya sampailah aku ke PMI Kramat. Sebenarnya sih saat itu aku kurang yakin bisa menjadi donor karena sudah 8 tahun berturut-turut ditolak karena Hb (hemoglobin) dan tekanan darah rendah (Hb < 10 g/dl, tekanan darah bahkan pernah cuma 90/60 mmHg). Pikirku saat itu sudah pasti ditolak nih karena kondisi saat itu memang tidak fit tapi dasar memang aku orangnya kadang rada nekat (oke lha aku ngaku memang nekat) jadilah aku mencoba saja. Siapa tahu... Yah siapa tahu bisa diterima jadi donor. Kan lumayan demi menyelamatkan nyawa orang (duile bahasanya). Alhasil selama di PMI aku malah jadi deg-degan sendiri menunggu pengukuran Hb dan tekanan darah.

Jreng... Jreng... Jreng... Ternyata Hb-ku 13,4 g/dl yang berarti lolos uji emisi. Hahaha... Sekarang malah tambah deg-degan lagi nunggu dipanggil untuk ukur tekanan darah. Satu sudah lolos, satunya lagi gimana yah lolos ga ya? Hmm... Untuk menghilangkan rasa deg-degan tersebut aku iseng-iseng baca kertas yang ada di tanganku. Kertas tersebut berisi informasi mengenai data pribadi (biasa nama, dll), golongan darah, Hb, dll. Hmm... Dan juga nama resepien (penerima darah). Di sana tertulis Iis. Ada yang tahu siapa Iis? Aku? Aku pun tidak kenal siapa Iis ini (tinggal di mana, umur berapa, anaknya berapa, dll). Aku cuma tahu Iis ini pasien perdarahan postpartum dengan Hb 1 g/dl yang butuh darah golongan A.

Tak lama kemudian namaku dipanggil masuk untuk mengukur tekanan darah. Wuih... Apa yang terjadi? Benar sekali. Setelah 8 tahun ditolak akhirnya aku bisa jadi donor dengan tekanan darah 110/80 mmHg. Hahahaha... Aku disuruh masuk ke ruangan untuk diambil darah. Jarumnya besar bo...

Keesokan harinya atau beberapa hari kemudian yah aku lupa, teman yang mencari donor untuk pasiennya itu sms aku. Isi smsnya ucapan terima kasih sekaligus ucapan syukur karena pasiennya selamat.

Dear Iis, pasien perdarahan postpartum
Walaupun memang tidak mengenal siapa engkau namun aku ingin mengucapkan terima kasih. Terima kasih telah singgah dalam hidupku meskipun itu hanya namamu saja. Sesungguhnya aku malu padamu. Malu bahwa engkau dengan hemoglobin 1 g/dl saja mampu berjuang untuk tetap hidup sementara aku sendiri masih berkubang dalam luka. Terima kasih karena membuatku kembali percaya akan adanya mujizat. Mengingatkanku bahwa Allahku adalah Allah yang setia. Allahku adalah Allah yang tidak pernah berhutang. Setelah 8 tahun ditolak akhirnya aku bisa menjadi donor. Seperti Abraham yang menanti sampai usia 100 tahun barulah memperoleh anak yang dijanjikan, aku juga ingin setia menantikan pemenuhan janji Allah dalam hidupku.

Soli Deo Gloria


No comments:

Post a Comment