Welcome...

Selamat datang di blog saya. Senang sekali ada yang mau berkunjung. Mencoba menjadi penulis yang baik. Menuliskan topik yang terjadi di sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi, lumayan panjang (walaupun capek mikir dan ngetik wakakaka...), inspiratif, informatif, dan tidak membosankan pembaca (karena saya males baca sebenarnya)... Semoga blog ini bermanfaat buat semua yang mampir. Terima kasih... :)

Tuesday, August 2, 2011

Stupid Person

Pagi ini aku mengikuti presentasi referat mengenai Tumbuh Kembang Pada Anak. Tumbuh dan kembang itu dua pengertian yang berbeda. Tumbuh adalah perubahan dalam besar, jumlah, ukuran atau dimensi tingkat sel, organ maupun individu yang bisa diukur dengan ukuran berat, ukuran panjang, umur tulang dan keseimbangan metabolik. Kembang sendiri adalah bertambahnya kemampuan dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur dan dapat diramalkan dari proses pematangan. Di sini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembangan sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya termasuk juga perkembangan emosi, intelektual, dan tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya.

Secara garis besar terdapat dua faktor yang harus ada supaya anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Dua faktor tersebut adalah genetik dan lingkungan. Genetik memang merupakan faktor pendukung utama, namun jika faktor genetik ini tidak dapat dioptimalkan fungsinya oleh faktor lingkungan akan sayang sekali. Misalnya seorang anak dengan genetik yang baik dimana pada umur tertentu dia seharusnya dapat berbicara namun faktor lingkungan yakni orangtua maupun saudara-saudara tidak mendukung dengan melatih atau mengajaknya berbicara, anak tersebut proses bicaranya akan terhambat. Faktor lingkungan ini terdiri atas komponen mikro (ibu dan anak), mini (keluarga : ayah, paman, kakak, dll), meso (tetangga, teman bermain) dan makro (kebijakan pemerintah). Faktor lingkungan ini memberikan tiga hal yakni kebutuhan fisik-biomedis (ASUH), kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH), dan kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH) sehingga tumbuh kembang pada anak dapat terjadi secara optimal.

Pada saat presentasi referat tersebut beberapa orang teman yang duduk di dekatku membicarakan orang-orang yang kelakuannya tidak begitu baik. Mereka mengambil kesimpulan bahwa orang-orang tersebut tidak mendapat ASAH, ASIH, dan ASUH yang baik. Mendengar hal tersebut, aku tertawa dalam hati. Pada saat itu tiba-tiba terbersit dalam pikiran mengenai beberapa orang yang belakangan ini berinteraksi denganku. Orang-orang yang menjengkelkan aku.

Kalau boleh jujur, kondisi emosiku cukup buruk beberapa hari ini. Aku bertemu dengan orang-orang yang suka sekali memaksaku untuk melakukan sesuatu sementara pekerjaanku sendiri belum selesai. Saat aku membantu pun dia cenderung untuk menyalah-nyalahkanku dan menganggapku tidak kompeten untuk membantunya. Jika aku memang tidak kompeten dan dia lebih ahli, ngapain sih dia minta tolong. Kenapa tidak dikerjakan sendiri saja? Aku masih punya kerjaan dan urusan sendiri yang harus aku selesaikan. 

Aku juga bertemu dengan orang lain lagi yang selalu mendebatku mengenai beberapa hal yang secara logika pun pendapatnya tidak masuk akal. Hal tersebut aku tanyakan pula pada orang lain sehingga kebenarannya terbukti, tidak berdasarkan penilaianku saja. Hasilnya adalah pendapatku memang benar. Aku heran dengan orang tersebut. Sudah bodoh suka mendebat dengan pernyataan bodoh dan mengklaim pernyataan bodohnya itu sebagai kebenaran. 

Orang lain lagi kutemui, yang membuatku kesal dengan kesalahpahaman interpretasinya mengenai opiniku. Ketika aku mengeluarkan pernyataan, pernyataan tersebut aku tujukan kepada orang lain, dia malah menganggap pernyataan itu aku tujukan kepada dirinya. Dia sampai mengeluarkan perkataan yang mengatakan bahwa dia begini begitu, mengatakan aku membuat kesimpulan yang salah. Hal tersebut membuatku mengambil kesimpulan tidak perlu membahas lebih lanjut mengenai pernyataanku itu. Dia aku anggap sebagai orang bodoh lainnya. Orang bodoh tidak perlu dipedulikan. Orang bodoh itu bebal. Orang bodoh itu tidak mau menerima pengajaran dan pendapat orang lain. Mereka cenderung membenarkan diri sendiri. Akhirnya aku tahu penyebab mengapa orang-orang cenderung tidak ingin berinteraksi dengannya. Ya karena dia seperti itu.

Setelah merenungkan semuanya itu sampailah aku pada definisi mengenai orang bodoh

Too much talk, less action, not learn, can't control his/her emotion => STUPID PERSON

Saat menulis blog ini pun aku menempatkan diri pada jajaran orang-orang bodoh pula. Pertanyaannya:

Apakah kamu termasuk dalam jajaran orang bodoh?

Siapakah orang-orang bodoh lainnya?

Berapa lama lagi, hai orang yang tak berpengalaman, kamu masih cinta kepada keadaanmu itu, pencemooh masih gemar kepada cemooh, dan orang bebal benci kepada pengetahuan? Amsal 1:22 

Sebab orang yang tak berpengalaman akan dibunuh oleh keengganannya, dan orang bebal akan dibinasakan oleh kelalaiannya. Amsal 1:32 

Orang yang bijak akan mewarisi kehormatan, tetapi orang yang bebal akan menerima cemooh. Amsal 3:35

Hai orang yang tak berpengalaman, tuntutlah kecerdasan, hai orang bebal, mengertilah dalam hatimu. Amsal 8:5 

Orang yang bijak menyembunyikan pengetahuannya, tetapi hati orang bebal menyeru-nyerukan kebodohan. Amsal 12:23 

Orang cerdik bertindak dengan pengetahuan, tetapi orang bebal membeberkan kebodohan. Amsal 13:16 

Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya. Amsal 14:8 

Lidah orang bijak mengeluarkan pengetahuan, tetapi mulut orang bebal mencurahkan kebodohan. Amsal 15:2 

Hati orang berpengertian mencari pengetahuan, tetapi mulut orang bebal sibuk dengan kebodohan. Amsal 15:14 

Lebih baik berjumpa dengan beruang betina yang kehilangan anak, dari pada dengan orang bebal dengan kebodohannya. Amsal 17:12 

Orang bebal tidak suka kepada pengertian, hanya suka membeberkan isi hatinya. Amsal 18:2 

Jangan berbicara di telinga orang bebal, sebab ia akan meremehkan kata-katamu yang bijak. Amsal 23:9 

Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia. Amsal 26:4 

Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak. Amsal 26:5 

Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya. Amsal 26:11 

Inilah yang celaka dalam segala sesuatu yang terjadi di bawah matahari; nasib semua orang sama. Hati anak-anak manusiapun penuh dengan kejahatan, dan kebebalan ada dalam hati mereka seumur hidup, dan kemudian mereka menuju alam orang mati. Pengkhotbah 9:3 


 

Saturday, July 30, 2011

Time To Move On - I'm Still Waiting

Thanks God for my little sister's care and love... Beberapa hari yang lalu, aku dikirimkan oleh adikku sebuah web blogspot. Waktu itu aku lagi mengerjakan tugas penyuluhan mengenasi vaksinasi MMR. Bosen... Suntuk banget saat itu. Untuk mengatasi kesuntukan, akhirnya aku ketiklah web blogspot tersebut di engine search. Ups... I read a wonderful love story. Hihihi... God works in a mysterious way. Two different cultures. Two different characters. That differents become one in God's plan. That's amazing...

Then i look in me. Hohoho... 

After 2 years passed away, I still in love with someone who never love me back and it feel hurt. I always think could deal with that pain but ternyata aku salah. Aku tidak cukup kuat untuk deal dengan rasa sakit dan penantian itu. Setelah bergumul lama, aku memutuskan untuk move on. He is not the one for me. Jika Tuhan bisa menyatukan dua pribadi yang berbeda dengan dua latar belakang budaya yang berbeda, Dia pasti menyediakan seseorang yang mencintai-Nya dan mencintaiku juga. 

Aku pernah mendengar sebuah kotbah mengenai LSD. Hubungan itu mirip jabat tangan Romawi. Jika salah satu melepaskan tangannya, masih ada satu tangan yang lain memegang. Bagaimana jika kedua-duanya melepaskan tangan? Oh... Ternyata hubungan itu memerlukan satu tangan lagi untuk memegang. Ya satu tangan itu tangan Tuhan Yesus. Tangan yang akan terus memegang meskipun kedua pemilik tangan sudah tidak sanggup untuk saling mempertahankan.

Belakangan ini aku seringkali mendengar pertanyaan. " Pacarmu sekarang siapa?" atau "Kapan menikah?" Sejujurnya aku cukup terganggu dengan semua pertanyaan tersebut walaupun aku berusaha tetap menjawab dengan sopan dan tidak tersinggung. Melihat usiaku sekarang. 25 tahun. Sudah seperempat abad bo... Teman-temanku sudah banyak yang menikah bahkan sudah ada yang memiliki 2-3 orang anak sementara aku masih melajang hingga saat ini. Jika sebelum-sebelumnya aku tidak siap menikah, tahun ini aku bertekad untuk lebih dewasa dalam menyikapi banyak hal termasuk masalah menikah. Aku memutuskan harus menyiapkan diri untuk menikah dan membentuk sebuah keluarga yang cinta dan memuliakan Tuhan tentunya. Hahaha... Aku pun telah menyiapkan diri untuk menjadi God's Beautiful Bride jika akhirnya Tuhan memintaku untuk menyediakan waktu penuh untuk melayani-Nya. Siap atau tidak siap... Harus siap...

Terus terang sampai saat ini aku masih belum bisa melihat dan memahami lebih jelas mengenai panggilan hidup yang Tuhan ingin aku lakukan. Aku masih banyak kekurangan. Aku masih egois. Walaupun begitu aku harus menjadi lebih dewasa dan bijaksana dalam memutuskan dan menyikapi apapun.

Kutinggalkan semuanya di belakang dan bersiap-siap lari menuju panggilan yang sesungguhnya. Oh... Suaranya sangat lembut dan samar-samar. Tidak terdengar dengan jelas. Tapi y aku merasakan ada tangan yang memegang tanganku dan bersiap lari bersamaku...

Ini aku Tuhan... Ini hidupku... Ini hatiku... Aku percayakan semuanya pada-Mu. Jadilah padaku semua menurut kehendak-Mu...

This is time to move on... Hmm... I'm still waiting Your beautiful time...

Thursday, July 21, 2011

Mata yang Berkaca-Kaca

Dulu sekali... Aku pernah mendengar kotbah yang menyatakan bahwa orang yang keras hati adalah orang yang mudah terharu dan menangis. Aku tidak pernah mengetahui kebenaran itu hingga aku mengalami peristiwa ini.

Hari ini, kami yang menjalani kepaniteraan klinik sedang ada presentasi kasus mengenai morbili. Konsulen yang menguji yang disebut "Mami" adalah seorang yang menurut kami semua amat sangat jahat. Dia selalu mencari-cari kesalahan dalam presentasi kasus kami. Kesalahan-kesalahan yang menurut kami tidaklah terlalu penting. Ditengah-tengah suasana yang tegang, tiba-tiba pintu ruangan dibuka lalu masuklah seorang perawat yang bekerja di bagian imunisasi KIA. Perawat tersebut lalu pamitan pada Mami karena dia akan pensiun. Ibu perawat itu sudah bekerja selama 35 tahun di rumah sakit dan menjadi bawahan Mami selama kurang lebih 28 tahun, kalau aku tidak salah ingat. Pada saat itu, aku melihat mata Mami berkaca-kaca. Dia menangis.

Sepanjang perjalanan pulang dari rumah sakit menuju ke kontrakan, aku memikirkan kejadian yang berlangsung tadi. Ya akhirnya aku mengambil kesimpulan bahwa memang benar apa yang dikatakan dalam kotbah, "Orang yang keras hati adalah orang yang mudah terharu dan menangis."


Mami, jika melihat sejarah perjalanan hidupnya, wajar saja jika dia menjadi keras hati. Tidak bisa mempunyai keturunan. Dikhianati oleh suami. Tidak dipedulikan oleh anak-anak yang diangkat dan dibesarkannya. Harus menghidupi saudara-saudaranya. Jika aku diperhadapkan pada kondisi sepertinya, mungkin aku tidak sanggup lagi. Ya... Diperlukan tekad yang kuat dan hati yang keras agar bisa terus hidup. Harus menjadi orang yang tegar agar tidak dikalahkan oleh kejamnya kehidupan.


Sejujurnya, aku membenci, mengagumi sekaligus kasihan pada Mami. Aku membenci sikapnya yang semena-mena. Aku benci dengan segala ketidakjelasan yang ada padanya. Aku kasihan karena hidupnya yang begitu sulit. Aku mengagumi ketegaran hatinya. Aku ingin menjadi seorang yang tegar sepertinya. Bukan orang yang cengeng. Bukan orang yang mudah menyerah pada kehidupan. Tapi aku tidak ingin menjadi jahat sepertinya. Hatinya penuh luka. Dia dokter yang sayangnya tidak dapat menyembuhkan luka hatinya dengan ilmu yang dimilikinya

Wednesday, July 20, 2011

Kebaikan Hati Yang Kuterima Hari Ini : Penjual Yang Mengelap Map

Hari ini saat aku pulang dari rumah sakit. Udara terasa amat panas dan aku merasa lapar. Banyak hal yang melintas dalam kepalaku. Betapa aku ingin berbicara dengan seseorang. Betapa aku ingin mengatakan bahwa aku rindu pada papa mama. Rindu pada adik-adikku. Rindu pada kota di mana aku dilahirkan. Perasaan yang sama kurasakan pada rumah yang walaupun sederhana namun menyimpan banyak kisah yang sulit untuk dilupakan. Aku rindu pada hari-hari lalu dimana aku masih murni seperti anak-anak kecil yang bisa tertawa riang. Aku rindu pada banyak hal. Ingin kembali pada masa lalu, namun aku tak bisa mengulang waktu dan aku memang tidak ingin mengulangi lagi. Waktu berlalu dan hidup harus berlangsung terus.

Ya... Dengan perasaan melankolis yang aku rasakan saat itu ditambah udara yang panas, keringat yang mengucur deras juga banyaknya barang-barang yang kubawa karena habis jaga malam, aku agak tidak fokus saat sedang menunggu angkot yang melintas di depan gang rumah sakit. Biasanya aku jalan kaki saat pulang, namun kali ini aku merasa sangat lelah. Lelah fisik dan lelah pikiran. Ingin sekali aku lari dari semua masalah yang ada, namun aku sadar harus hidup dengan tegar dan kuat. Tidak boleh cengeng. Tidak boleh dikalahkan oleh kehidupan. Karena tidak fokus itulah, maka aku tidak sengaja menjatuhkan map plastik merah ke dalam lumpur yang timbul akibat tumpukan kotoran dan air berbau busuk sisa pasar semalam. Aku sudah mendesah sesal karena mapku kotor. Pada saat itu, tiba-tiba muncul seorang bapak penjual pepaya di sana. Bapak itu mengangkat map yang jatuh lalu mengelapnya dengan koran yang dipakainya mengalasi pepaya-pepayanya. Saat aku mengatakan tidak perlu lalu berinisiatif untuk mengelapnya sendiri, bapak itu langsung melarangku. Malah dia mengelap map itu sampai bersih.

Di tengah-tengah kehidupan yang keras dimana kebaikan yang tulus sulit untuk ditemui aku masih bisa bertemu dengan bapak itu. Hal-hal kecil. Tindakan-tindakan sepele. Ketulusan dari orang tidak dikenal. Mungkin bagi sebagian besar orang tidak ada nilainya, namun sangat kuhargai. Hari ini aku bahagia karena aku bertemu dengan bapak itu.

Setelah kupikirkan lagi... Aku pun pernah bertemu dengan seseorang yang kebaikannya jauh melebihi bapak itu. Seseorang yang membersihkan semua dosa-dosaku yang hitam, kotor, berbau lebih busuk dari got. Seseorang yang tulus hati, yang menyerahkan hidupnya dan bersedia mati bagiku. Ya aku bertemu dengan Juruselamatku. Apa lagi yang kuperlukan? Apakah aku orang yang berbahagia? Ya aku orang paling bahagia di dunia ini...


Blessed assurance, Jesus is mine!
O what a foretaste of glory divine!
Heir of salvation, purchase of God
Born of his Spirit, washed in his blood

This is my story, this is my song
Praising my Savior all the day long
This is my story, this is my song
Praising my Savior all the day long

Perfect submission, perfect delight
Visions of rapture now burst on my sight
Angels, descending, bring from above
Echoes of mercy, whispers of love




This is my story, this is my song
Praising my Savior all the day long
This is my story, this is my song
Praising my Savior all the day long

Perfect submission, all is at rest
I in my Savior am happy and blessed
Watching and waiting, looking above
Filled with his goodness, lost in his love


This is my story, this is my song
Praising my Savior all the day long
This is my story, this is my song
Praising my Savior all the day long

Kuberbahagia yakin teguh
Yesus abadi kepunyaanku
Aku waris-Nya ku ditebus
Ciptaan baru Rohul Kudus
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya
Aku bernyanyi bahagia
Memuji Yesus selamanya

Tuesday, May 31, 2011

Green Tea Again... Bitter...

Lapar banget. Perut minta segera diisi. Hal itulah yang membuatku melangkahkan kaki kembali ke mall setelah mengambil tas yang aku titipkan di locker perpustakaan beberapa waktu yang lalu. Aku bingung mau makan apa? Lapar tapi tidak tahu yang diinginkan? Akhirnya aku memutuskan untuk memasuki sebuah restoran. Menu pun ditawarkan. Setelah melihat-lihat menu yang ada, aku pun memesan nasi fu yung hai dan green tea. Menu itu dipilih karena sudah lama sekali aku tidak mencicipinya. Karena haus, segera setelah green tea disajikan, aku langsung meminumnya. Awalnya kupikir green tea itu rasanya manis namun aku salah. Green tea itu amat sangat pahit...
PAHIT... Mungkin rasa itu yang paling tepat menggambarkan kehidupanku belakangan ini. Aku teringat mengenai kalimat yang tertulis pada status facebook seorang teman beberapa waktu lalu serta percakapan singkat bersama seorang saudara sepupu kemarin malam. Running out of time but still not get what I want... Aku merasa mengalami hal yang sama seperti Asaf dalam Mazmur 73
1 Mazmur Asaf. Sesungguhnya Allah itu baik bagi mereka yang tulus hatinya, bagi mereka yang bersih hatinya.
2 Tetapi aku, sedikit lagi maka kakiku terpeleset, nyaris aku tergelincir.
3 Sebab aku cemburu kepada pembual-pembual, kalau aku melihat kemujuran orang-orang fasik.
4 Sebab kesakitan tidak ada pada mereka, sehat dan gemuk tubuh mereka;
5 mereka tidak mengalami kesusahan manusia, dan mereka tidak kena tulah seperti orang lain.
6 Sebab itu mereka berkalungkan kecongkakan dan berpakaian kekerasan.
7 Karena kegemukan, kesalahan mereka menyolok, hati mereka meluap-luap dengan sangkaan.
8 Mereka menyindir dan mengata-ngatai dengan jahatnya, hal pemerasan dibicarakan mereka dengan tinggi hati.
9 Mereka membuka mulut melawan langit, dan lidah mereka membual di bumi.
10 Sebab itu orang-orang berbalik kepada mereka, mendapatkan mereka seperti air yang berlimpah-limpah.
11 Dan mereka berkata: "Bagaimana Allah tahu hal itu, adakah pengetahuan pada Yang Mahatinggi?"
12 Sesungguhnya, itulah orang-orang fasik: mereka menambah harta benda dan senang selamanya!
13 Sia-sia sama sekali aku mempertahankan hati yang bersih, dan membasuh tanganku, tanda tak bersalah.
14 Namun sepanjang hari aku kena tulah, dan kena hukum setiap pagi.
15 Seandainya aku berkata: "Aku mau berkata-kata seperti itu," maka sesungguhnya aku telah berkhianat kepada angkatan anak-anakmu.
16 Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku,
17 sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka.
18 Sesungguhnya di tempat-tempat licin Kautaruh mereka, Kaujatuhkan mereka sehingga hancur.
19 Betapa binasa mereka dalam sekejap mata, lenyap, habis oleh karena kedahsyatan!
20 Seperti mimpi pada waktu terbangun, ya Tuhan, pada waktu terjaga, rupa mereka Kaupandang hina.
21 Ketika hatiku merasa pahit dan buah pinggangku menusuk-nusuk rasanya,
22 aku dungu dan tidak mengerti, seperti hewan aku di dekat-Mu.
23 Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku.
24 Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan.
25 Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.
26 Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya.
27 Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau.
28 Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya.
            Banyak yang mengatakan hidup itu mempunyai banyak rasa. Namun kupikir tidaklah seperti itu. Rasa hidup itu hanya satu yakni rasa manis. Apakah manis terasa saat hidup demikian menderitanya? Apakah kesulitan-kesulitan hidup bisa dirasakan manis? Kehidupan terasa manis? Ga salah? Untuk semua pertanyaan itu kujawab "YA". Hidup terasa manis tergantung dari sudut mana kau memandangnya. Hidup terasa manis tergantung dari bagaimana kau meresponi rasanya. Hidup terasa manis jika kau tujuan dari hidupmu dan tahu kau sedang berjalan bersama siapa?
Tetapi aku tetap di dekat-Mu; Engkau memegang tangan kananku. Dengan nasihat-Mu Engkau menuntun aku, dan kemudian Engkau mengangkat aku ke dalam kemuliaan. Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi. Sekalipun dagingku dan hatiku habis lenyap, gunung batuku dan bagianku tetaplah Allah selama-lamanya. Sebab sesungguhnya, siapa yang jauh dari pada-Mu akan binasa; Kaubinasakan semua orang, yang berzinah dengan meninggalkan Engkau. Tetapi aku, aku suka dekat pada Allah; aku menaruh tempat perlindunganku pada Tuhan ALLAH, supaya dapat menceritakan segala pekerjaan-Nya. (Mazmur 73:23-28)
Ya... Aku ingin menangis sekaligus tertawa

Wednesday, May 4, 2011

Bentuk Suatu Pola Lingkaran

Hari ini aku mencari gambar wedding ring untuk ditambahkan pada tulisanku sebelumnya yakni "Royal Wedding". Ketika selesai posting "Royal Wedding" di blog dan facebook, aku sempat saling tukar pesan singkat dengan seorang teman. Kami membicarakan mengenai melepaskan diri dari keterikatan. 

Berbicara mengenai keterikatan, membuatku langsung teringat akan dosa. Dosa = melenceng dari sasaran. Aku menjadi introspeksi diri. Belakangan ini aku kembali terikat dengan dosa lama yang kupikir telah lepas namun ternyata tidak. Saat aku melihat wedding ring dan mengingat mengenai keterikatanku itu, aku mengambil sebuah kesimpulan. 

Dosa itu seperti sebuah lingkaran. Kita tidak pernah tahu bagaimana itu bermula dan tidak tahu di mana akhirnya.

Tapi syukur kepada Tuhan, Dia telah mati buat kita. Dia memotong lingkaran dosa kita dengan darah-Nya yang kudus

Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Roma 5:8 

Tuesday, May 3, 2011

Royal Wedding

Beberapa hari yang lalu, tepatnya 29 April 2011, berlangsung sebuah peristiwa yang cukup menyita perhatian publik. Semua pasti tau peristiwa apakah itu? Ya benar sekali... Pernikahan Prince William dengan Catherine Middleton. Wow... Terus terang saja, aku merasa iri dengan Kate. Mengapa? Karena berhasil merebut hati Pangeran, Pewaris Tahta Kerajaan Inggris. Jika dia berasal dari kalangan bangsawan, aku tidak akan heran dan iri, namun dia berasal bukan dari kalangan bangsawan. Apalagi selama 350 tahun belakangan, menurut info yang beredar, tidak ada anggota Kerajaan Inggris yang menikah dengan rakyat biasa. Ya... Aku salut dengan Kate karena telah berhasil masuk ke dalam keluarga Kerajaan Inggris.

Sangat kontras dengan Kate, beberapa hari belakangan ini aku cukup disusahkan dengan seorang teman yang masih jatuh bangun dengan kisah cintanya. Sesungguhnya aku sangat jengkel padanya. Mengapa dia tidak bisa melanjutkan hidupnya setelah serangkaian hubungan yang menurutku kacau balau.

Jika berbicara mengenai kisah cinta, hal itu tidak akan pernah habis. Banyak lagu, film, novel, lukisan, dan lain sebagainya diciptakan berdasarkan latar belakang cinta. Wow... Dua peristiwa di atas memberikanku inspirasi untuk menulis. Ya... Aku sangat yakin setiap orang pasti merindukan adanya seseorang yang akan mencintai dan mendampinginya seumur hidup hingga maut memisahkan. Aku tidak bisa membagikan dan memberikan contoh mengenai kisah cintaku karena aku mengalami serangkaian hubungan yang teramat kacau. Walaupun begitu aku merasa bersyukur pernah mengalaminya sehingga aku dapat tahu siapakah yang paling mencintaiku. 

Yang aku tahu kisah cinta itu dimulai dari Kejadian 1:1 "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." 

Di bawah ini aku ingin membagikan sepenggal paragraf yang aku kutip dari buku Michelle McKinney Hammond dari "Banyak Cowok Masuk Dalam Hidupku, Manakah Yang Harus Kupilih?" Aku pikir setiap wanita perlu membacanya...

"Aku telah mengalihkan perhatian kepada seorang Pria lain. Dia sungguh-sungguh seorang Pria yang Lahir Baru. Dia dapat melakukan segalanya dan melakukannya dengan baik. Dia ahli di bidang hukum, tetapi Dia juga memiliki sentuhan khusus dalam bidang pengobatan. Dia seniman yang hebat, menciptakan warna dan suara yang tidak dapat ditiru. Dia juga seorang terapis yang luar biasa. Setelah beberapa saat bersama-Nya, hati yang hancur dipulihkan, dan ikatan dilepaskan. 

Seperti apakah Dia? Dia berasal dari keluarga baik-baik, bangsawan sebenarnya. Dia begitu tampan, paling tampan dari sepuluh ribu pria. Setia? Dia telah  berjanji tidak akan pernah meninggalkanku atau mengabaikanku. Dia selalu ada, jam berapa pun aku menghubungi-Nya. Aku selalu menjadi prioritas utama-Nya. Romantis? Dia telah menuliskan surat cinta terpanjang dalam sejarah-beratus-ratus halaman. Dan, Pria ini kaya raya, kau tahu? Binatang ternak di ribuan bukit adalah milik-Nya dan Dia mau membagikan semua yang dimiliki-Nya denganku. Dia berjanji akan memenuhi semua kebutuhanku sesuai kelimpahan kekayaan-Nya. Aku begitu bangga menjadi milik Pria ini oleh karena reputasi-Nya. Jika aku berdiri d tengah kerumunan mana pun dan menyebutkan nama-Nya, setiap orang tahu siapa Dia. Dan, Dia tidak takut berkomitmen. Dia sudah pergi untuk mempersiapkan sebuah pesta di mana Dia akan memperkenalkanku kepada Bapa-Nya, yang merupakan seseorang yang sangat penting. Dan, meski memiliki semuanya itu, Dia adalah Pria yang lemah lembut: Dia berdiri di muka pintu dan mengetuk. Dia tidak pernah memaksa memasuki rumahku. Dia dengan sabar menunggu untuk diundang masuk. Tetapi, hal yang paling kusukai dari-Nya adalah kemurahan hati-Nya. Dia begitu murah hati, hingga Dia memberikan hidup-Nya untukku. 

Siapa nama-Nya? Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai, Yehova Jireh, Yehova Shalom, Yehova Nissi, Yehova Rafa, El Shadai... oh, nama-Nya begitu banyak. Sesuai dengan hati dan kebutuhanku, aku memanggil-Nya, tetapi paling sering aku cukup memanggil Dia Yesus. Dia segalanya bagiku, dan aku sepenuhnya milik-Nya"

Royal Wedding... Siapakah yang menjadi mempelai priamu? Seharusnya kamu sudah tahu. Lihat... Dia berdiri di depan pintumu dan mengetuk. Menunggumu membukakan pintu untuk-Nya. Jangan tunggu lagi. Segeralah undang Dia masuk. Dan alamilah perjalanan cinta yang luar biasa bersama-Nya untuk selamanya.

Kisah itu akan berakhir dengan HAPPY ENDING