Welcome...

Selamat datang di blog saya. Senang sekali ada yang mau berkunjung. Mencoba menjadi penulis yang baik. Menuliskan topik yang terjadi di sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi, lumayan panjang (walaupun capek mikir dan ngetik wakakaka...), inspiratif, informatif, dan tidak membosankan pembaca (karena saya males baca sebenarnya)... Semoga blog ini bermanfaat buat semua yang mampir. Terima kasih... :)

Wednesday, August 7, 2013

Journey - Angela Zhang

It's a long long journey
Till I know where I'm supposed to be
It's a long long journey
And I don't know if I can believe
When shadows fall and block my eyes
I am lost and know that I must hide
It's a long long journey
Till I find my way home to you

Many days I've spent
Drifting on through empty shores
Wondering what's my purpose
Wondering how to make me strong

I know I will falter I know I will cry
I know you'll be standing by my side
It's a long long journey
And I need to be close to you

Sometimes it feels no one understands
I don't even know why
I do the things I do
When pride builds me up till I can't see my soul
Will you break down these walls and pull me through

Cause It's a long long journey
Till I feel that I am worth the price
You paid for me on calvary
Beneath those stormy skies

When satan mocks and friends turn to foes
It feels like everything is out to make me lose control
Coz It's a long long journey
Till I find my way home to you.. Ohh.. to you

Sunday, July 28, 2013

Prayer of Saint Francis / Doa Santo Fransiskus

The more common English version of the prayer reads as follows:
Lord, make me an instrument of your peace,
Where there is hatred, let me sow love;
Where there is injury, pardon;
Where there is doubt, faith;
Where there is despair, hope;
Where there is darkness, light;
Where there is sadness, joy.
O Divine Master,
grant that I may not so much seek to be consoled, as to console;
to be understood, as to understand;
to be loved, as to love.
For it is in giving that we receive.
It is in pardoning that we are pardoned,
and it is in dying that we are born to Eternal Life.
Amen.
The first-known publication of the prayer was submitted anonymously to the French publication La Clochette in 1912.
Seigneur, faites de moi un instrument de votre paix.
Là où il y a de la haine, que je mette l'amour.
Là où il y a l'offense, que je mette le pardon.
Là où il y a la discorde, que je mette l'union.
Là où il y a l'erreur, que je mette la vérité.
Là où il y a le doute, que je mette la foi.
Là où il y a le désespoir, que je mette l'espérance.
Là où il y a les ténèbres, que je mette votre lumière.
Là où il y a la tristesse, que je mette la joie.
Ô Maître, que je ne cherche pas tant à être consolé qu'à consoler,
à être compris qu'à comprendre,
à être aimé qu'à aimer,
car c'est en donnant qu'on reçoit,
c'est en s'oubliant qu'on trouve, c'est en pardonnant qu'on est pardonné,
c'est en mourant qu'on ressuscite à l'éternelle vie.
An alternate version is found in Chapter 11 (Page 99) of the "Twelve Steps and Twelve Traditions", a book published by Alcoholics Anonymous World Services, Inc.
Lord, make me a channel of thy peace;
that where there is hatred, I may bring love;
that where there is wrong, I may bring the spirit of forgiveness;
that where there is discord, I may bring harmony;
that where there is error, I may bring truth;
that where there is doubt, I may bring faith;
that where there is despair, I may bring hope;
that where there are shadows, I may bring light;
that where there is sadness, I may bring joy.
Lord, grant that I may seek rather to comfort than to be comforted;
to understand, than to be understood;
to love, than to be loved.
For it is by self-forgetting that one finds.
It is by forgiving that one is forgiven.
It is by dying that one awakens to eternal life.
Amen.

Dalam Bahasa Indonesia
Tuhan,Jadikanlah aku pembawa damai,
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cinta kasih,
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan,
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan,
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian,
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran,
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan,
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang,
Tuhan semoga aku ingin menghibur dari pada dihibur,
memahami dari pada dipahami,
mencintai dari pada dicintai,
sebab
dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi,
untuk hidup selama-lamanya.
Amin.

The following variation on the prayer was delivered by Mother Theresa when she addressed the United Nations in 1985:
Make us worthy Lord to serve our fellow men throughout the world,
who live and die in poverty and hunger.
Give them through our hands, this day, their daily bread
and by our understanding love give peace and joy.
Lord, make me a channel of thy peace.
That where there is hatred I may bring love,
That where there is wrong, I may bring the spirit of forgiveness,
That where there is discord, I may bring harmony,
That where there is error I may bring truth,
That where there is doubt I may bring faith,
That where there is despair I may bring hope,
That where there are shadows I may bring light,
That where there is sadness I may bring joy.
Lord, grant that I may seek rather to comfort than to be comforted,
To understand than to be understood,
To love than to be loved.
For it is by forgetting self that one finds.
It is by forgiving that one is forgiven,
it is by dying that one awakens to eternal life.
Amen.

Di tengah-tengah kehidupan dunia yang semakin rusak ini dimana pengejaran akan kenikmatan dunia marilah kita belajar mengasihi seperti Kristus mengasihi

Wednesday, July 10, 2013

Live The Life Love The Profession

Kemarin aku bercakap-cakap dengan seorang teman lama melalui whatsapp. Salah satu topik percakapan kami adalah mengenai profesi dokter. Teman ini dulu bercita-cita ingin menjadi seorang dokter akan tetapi tidak terwujud dan memilih untuk berkeluarga dalam usia yang menurutku cukup muda.

Selain percakapan dengan teman ini, belakangan ini di sekelilingku sedang ramai pembicaraan mengenai profesi yang cukup bergengsi ini. Ada seorang rekan kerja yang ikut tes masuk perguruan tinggi negeri dan memilih fakultas kedokteran. Selain dia, anak rekan kerja juga ada yang ikutan tes yang sama dan anak rekan kerja lain yang bercita-cita menjadi dokter. Pada saat pengumuman kelulusan masuk perguruan tinggi negeri rekan kerja ini dan anak rekan kerja yang pertama ini tidak lulus masuk fakultas kedokteran. Aku tidak tahu apa kelebihan profesi ini sehingga begitu banyak orang yang tertarik untuk masuk. Dari begitu banyaknya yang mencoba untuk masuk, hanya segelintir orang yang diterima. Beban pendidikan yang menurutku cukup berat akhirnya menjadi seleksi alam yang maaf kata menyingkirkan segelintir mahasiswa kedokteran tersebut. Ada beberapa orang yang memutuskan untuk keluar dari sana kemudian berpindah ke jurusan lain. Di lapangan pun masih ada seleksi alam untuk memilah dokter yang sungguh-sungguh dokter dengan "dokter-dokteran".

Jika berbalik melihat ke masa lalu, aku bisa merasakan betapa beruntungnya diriku bisa menjadi seorang dokter di tengah-tengah persaingan/seleksi alam. Dari sekian banyak orang yang bercita-cita, bermimpi atau berambisi kenapa aku yang terpilih? Aku bisa melihat betul-betul penyertaan Tuhan yang luar biasa di tengah-tengah tekanan masalah-masalah selama menjalani pendidikan. Aku yang bukan siapa-siapa, tidak berarti apa-apa, entah berasal dari mana (yang maaf kata kampung halamanku berasal tidak terkenal sama sekali) bisa menjadi seorang dokter.

Bukannya membanggakan diri atau sombong, tapi aku bisa merasakan penyertaan, pimpinan serta berkat Tuhan yang begitu melimpah sehingga begitu menyelesaikan pendidikan langsung mendapat pekerjaan. Boleh dikata aku hampir sama sekali tidak pernah kekurangan pekerjaan dan mempunyai penghasilan yang lebih dari lumayan dibandingkan dengan teman-teman sejawat yang masih bergumul dengan pekerjaan. Aku tidak pernah kekurangan. Tuhan selalu mencukupkan apa yang aku butuhkan.

Jika melihat hal yang terjadi dalam hidup, seharusnya memang aku berterima kasih kepada Tuhan Yesus namun kenyataannya tidak demikian. Aku mengecewakan-Nya dengan masih bergumul dalam dosa kedagingan yang hingga kini masih berusaha aku kalahkan. Dosa terbesarku adalah kemalasan. Sungguh aku orang yang sangat malas, tidak disiplin dan suka menunda-nunda pekerjaan.

Sebagai seorang praktisi medis, aku sering bertanya pada diriku sendiri "Sudahkah aku memberikan yang terbaik untuk profesiku?"

Sebagai seorang manusia, aku sering bertanya pada diriku sendiri, "Sudahkah aku menghidupi hidupku?"

Live The Life, Love The Profession

Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang. kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikian hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga. Matius 5:13-16

Monday, July 1, 2013

One Day At A Time, Sweet Jesus

I'm only human. 
I'm just a woman. 
Lord help me believe in all I can be 
And all that I am. 
Show me the stairway that I have to climb 
And Lord for my sake 
Teach me to take one day at a time. 

One day at a time sweet Jesus 
That's all that I'm asking from You. 
Lord give me the strength to do every day what I have to do. 
Yesterday's gone sweet Jesus and tomorrow may never be mine. 
Lord help me today show me the way one day at a time. 

Now do You remember when You walked among men? 
Well Jesus You know if You're looking below 
It's worse now than then. 
Pushing and shoving violence and crime 
And so for my sake teach me to take one day at a time. 

One day at a time sweet Jesus 
That's all that I'm asking from You. 
Lord give me the strength to do every day what I have to do. 
Yesterday's gone sweet Jesus and tomorrow may never be mine. 
Lord help me today and show me the way one day at a time. 

Lord help me today show me the way 
One day at a time.



I love this song so much... This is a voice of my heart (hahahaha... lebay banget)...

Welcome July (Up And Down)

Welcome July... It's July now. Time goes by so fast. And soon I will turn to 27 years old. Old age but still immature. Hahaha... When flashback my life, I saw many up and down. Too often I wasted my time, my life with unimportant things. There are some things I regret but time never comes again. There are a mistakes I want to say sorry. Sometimes I want to turn back time, but I can't change past. I have to face future... Hahaha......

Up and down...

Self denial, I still struggle with that until now.

I always say that I want to wake up at 5 o'clock in the morning but I still awake at 6 o'clock.
I made learning and chores schedule but none of them I did
I determine want to clean up my room but rare do that
I promise myself not to procrastinate anything but I fail
I want to saving more money and note it but I miss
I want to behave but again I act silly
Etc

Hahahaha......

I just want to being honest with myself, people and also God...

I want to...
I wish...
I pray...

Someday...
I become a better person...

Welcome July... Time goes by and never come back again

Welcome July...



Monday, June 24, 2013

Cita - Cita : Dokter

Sabtu kemarin aku mengikuti ibadah pemuda di sebuah gereja lokal di sini. Biasanya setelah ibadah ada latihan musik dan biasanya aku menunggu latihan tersebut selesai karena aku nebeng teman pulang. Iseng-iseng aku mulai mengacak-acak apapun yang bisa diacak (maklum tukang ngegratakin). Kebetulan ada sebuah alkitab ukuran jumbo yang sering dibawa Pak Pendeta saat kotbah. Aku tertarik pada alkitab tersebut karena itu iseng-iseng aku buka-buka.

Di halaman pertama alkitab itu tertulis nama pemiliknya, umur, hobby lalu ada tulisan yang membuatku tertarik. Tulisan tersebut adalah "Cita-cita : Dokter" Aku kenal nama yang tertulis itu dan yah dia sekarang seorang dokter... Dia serius menghidupi panggilan hidupnya sebagai dokter.

Dulu.... Dahulu kala ketika aku berumur 7 tahun aku sempat pernah bercita-cita menjadi seorang dokter. Akan tetapi setelah bertahun-tahun lewat cita-citaku selalu berubah-ubah dan jujur saja dokter tidak pernah ada di dalamnya. Aku tidak pernah mau menjadi dokter kecuali ketika berumur 7 tahun itu. Namun lihatlah aku sekarang... Sekarang aku seorang apa? Seorang dokter... Hahahaha..... Lucu bukan?

Setelah melewati banyak peristiwa terkadang aku merasa capek menjadi seorang dokter. Tuntutannya terlalu banyak. Harus terus-menerus belajar. Selain itu capek hati menghadapi orang-orang.

Sabtu kemarin aku kembali dikuatkan melalui secarik tulisan, "Cita-cita : Dokter". Jika teman tersebut serius menghidupi panggilan hidupnya sebagai dokter lalu aku? Jujur aku malu. Banyak orang yang mau menjadi dokter namun tidak bisa. Sementara aku yang sudah menjadi dokter tidak pernah serius menghidupi panggilan hidup sebagai dokter. Hahahaha......

Aku berharap bisa lebih serius lagi menghidupi panggilan hidup sebagai DOKTER

Saturday, May 18, 2013

Sebuah Janji

Aku duduk diam di depan komputer sementara lagu-lagu rohani mengalun lembut dari speaker komputer teman seruangan. Banyak hal yang berseliweran di dalam pikiranku. Betapa ingin aku bercerita pada seseorang yang dapat dipercaya mengenai hari-hari yang kulalui, tentang suka tentang duka hidupku, tapi semua itu pada akhirnya hanya mengendap di dalam hati. Entah mengapa tiba-tiba aku teringat pada ayat dari saat teduh kemarin,

I will give you every place where you set your foot, as I promised Moses. Your territory will extend from the desert to Lebanon, and from the great river, the Euphrates—all the Hittite country—to the Mediterranean Sea in the west. No one will be able to stand against you all the days of your life. As I was with Moses, so I will be with you; I will never leave you nor forsake you. Be strong and courageous, because you will lead these people to inherit the land I swore to their ancestors to give them - Joshua 1:3-6 NIV

Ayat ini sebelumnya pernah menjadi ayat penguatan ketika aku berada dalam kesulitan. Sebuah janji yang luar biasa. Bukan hanya kepada Joshua namun juga kepadaku, "Setiap tanah yang diinjak kakiku akan menjadi milikku." Kembali pula aku dikuatkan melalui pujian

JANJI-MU SEPERTI FAJAR

KETIKA KUHADAPI KEHIDUPAN INI
JALAN MANA YANG HARUS KUPILIH
KU TAHU KU TAK MAMPU
KU TAHU KU TAK SANGGUP
HANYA KAU TUHAN TEMPAT JAWABANKU


AKU PUN TAHU KU TAK PERNAH SENDIRI
S'BAB KAU ALLAH YANG MENGGENDONGKU
TANGAN-MU MEMBELAIKU
CINTA-MU MEMUASKANKU
KAU MENGANGKATKU KE TEMPAT YANG TINGGI


REFF:
JANJI-MU SEPERTI FAJAR PAGI HARI
DAN TIADA PERNAH TERLAMBAT BERSINAR
CINTA-MU SEPERTI SUNGAI YANG MENGALIR
DAN KU TAHU BETAPA DALAM KASIH-MU


Pujian ini bukan hanya sekali saja diputarkan akan tetapi saat aku sedang duduk menuliskan blog ini pujian ini kembali mengalun. Tuhan sekali lagi meneguhkan dan menguatkanku. Sebuah janji... Sebuah janji yang memantapkanku menapak hari-hari esok, masa depan yang tidak menentu... Sebuah janji Tuhan...