Welcome...

Selamat datang di blog saya. Senang sekali ada yang mau berkunjung. Mencoba menjadi penulis yang baik. Menuliskan topik yang terjadi di sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi, lumayan panjang (walaupun capek mikir dan ngetik wakakaka...), inspiratif, informatif, dan tidak membosankan pembaca (karena saya males baca sebenarnya)... Semoga blog ini bermanfaat buat semua yang mampir. Terima kasih... :)

Wednesday, October 15, 2014

Peace With Myself

I was doing meditation this last couple weeks. Then I have realized that I could not push myself to be someone else and I can't live in someone else's life. Sometimes in life you probably agree and disagree with someone. Life is not easy.

Then I decided to be myself. Peace with myself. Do what I want to do.

And I have made my own schedule to studying... I love this article Don't wear someone else's shoes

I have been praying for this

Saturday, October 11, 2014

Jatuh Dari Motor - Dua Hari Perenungan

Kamis yang lalu, aku jatuh dari motor. Peristiwa itu menyisakan bekas luka bakar dan lebam dari pertengahan paha hingga ke pergelangan kaki. Selama dua hari itu aku beristirahat dari segala macam aktivitas. Dua hari itu membuatku banyak berpikir.

Jujur, saat ini aku mencapai titik jenuh dalam hidupku. Aku tidak tahu mau berbuat apa? Hidup segan. Mati pun tak mau. Aku lelah dengan hidup yang menguras emosi. Mengendapkan pikiran dan perasaan di dasar hati. Menumpuk dan menyebabkan rasa sesak.

Aku ingin memaknai hidupku. Berarti buat orang lain. Aku ingin hidup bukan di bawah bayang-bayang dan tatapan penilaian orang lain. Aku ingin berbuat sesuatu akan tetapi otak ini terlalu pandir untuk diajak berpikir. Aku ingin berbagi sesuatu tapi kadang berharap akan balas rasa dari orang lain. Memberi tak seharusnya mengharapkan terima kasih bukan?

Ini hari terakhirku beristirahat... Mengendapkan rasa. Mencoba memaknai hidup... Mencoba bertahan, melawan arus. Sambil bertanya mau ke mana aku selanjutnya?

Thursday, October 9, 2014

Semoga Bukan Mimpi-Mimpi Pudar

Sebelum menutup hari ini, aku menerima pesan dari seorang sahabat dari masa kuliah dulu. Dia mengatakan sudah semakin mantap dengan pilihan masa depannya. Sekarang dia sudah mulai menjalani kursus dan proses orientasi untuk pekerjaan pertamanya setelah menjalani masa internship usai lulus menjadi dokter.

Aku juga sempat melihat-lihat facebook teman-teman dari masa kuliah dulu. Salah seorang mentor yang sangat kukagumi saat kuliah termasuk di dalamnya. Aku sangat mengagumi dan bangga padanya. Melihat foto-fotonya serta kabar dari sahabat waktu kuliah dulu membuatku tertampar. Mengapa? Karena aku masih labil seperti ini. Belum tahu apa yang aku inginkan untuk spesialisasi nantinya. Masih bermalas-malasan dan membuang-buang waktu percuma. Sepertinya latihan disiplin yang aku terapkan tidak berhasil.

Mengenang masa lalu berarti kembali diingatkan akan mimpi masa muda. Ketika aku masih muda belia dulu, aku sempat bermimpi mengenai masa depan seperti apa yang ingin aku jalani. Hampir sepuluh tahun berlalu, mimpi itu masih ada akan tetapi kemalasan serta ketidakdisiplinan terlalu kuat.

Aku masih ingin mewujudkan mimpi tersebut tapi rasanya takut tidak mampu.

Aku masih berharap dan berdoa semoga mimpi-mimpi tersebut Bukan Mimpi-Mimpi Pudar

Aku ingin menutup hari ini dengan senyuman dan secercah harapan akan hari esok yang lebih baik.

Aku masih ingin bermimpi dan mewujudkan mimpi

Wednesday, October 8, 2014

Last Words

Kemarin malam aku bermimpi tentang dirinya. Mungkin hal itu disebabkan aku sebelum tidur memandangi foto-fotonya. Ya. Aku rindu padanya. Ini pertama kalinya aku kembali merindukannya setelah sekian lama tidak pernah memikirkannya lagi.

Aku tahu aku tidak boleh memikirkannya. Aku tahu tidak boleh merindukannya. Aku tahu tidak boleh jatuh cinta padanya. Karena dia bukan milikku. Walaupun begitu dalam hati ini kembali ada kenyakinan bahwa aku akan bersamanya. Aku tidak boleh lagi melakukan bahkan sampai memikirkan apapun tentang dirinya.

Malam ini aku kembali memikirkannya. Tidak sengaja aku menemukan fakta bahwa dia memang sebaik yang aku pikirkan. Hanya saja aku tidak boleh.

Untuk terakhir kali dan sebelum semuanya pudar, aku ingin mengatakan, "Aku cinta padamu."

Selamat berbahagia...

Thursday, October 2, 2014

Respon Hati Yang Benar

Beberapa hari yang lalu, aku membaca tentang Wanita yang Lebih Muda (baca di sini Wanita yang Lebih Muda) dan Wanita yang Lebih Tua (baca di sini Wanita yang Lebih Tua). Aku sangat terberkati dengan tulisan-tulisan tersebut.

Selama ini aku hidup menurut apa yang menurutku baik dan walaupun tahu mengenai Firman Tuhan akan tetapi seringkali tidak mengindahkannya. Begitu juga ketika aku mendapat teguran dari mama mengenai bagaimana caraku memberi respon terhadap sesuatu. Apa yang sering mama nasehati sama persis seperti apa yang dikatakan dalam tulisan tersebut. Aku jadi ingat dengan pernyataan seorang dokter spesialis anak yang selama ini membantuku belajar tentang "Orangtua Selalu Benar" (baca selengkapnya di sini Orangtua Selalu Benar). Aku benar-benar terkejut. Kenapa? Karena mamaku secara waktu tidak begitu lama kenal Tuhan dan bila dilihat dari tingkat pengetahuannya tentang Alkitab, aku mah jauh lebih pintar dari mama (kok jadi sombong yah), tapi mama itu sangat bijaksana banget. Aku sangat terberkati karena punya orangtua yang menjagaku dari segala pergaulan buruk walaupun saat itu mereka belum kenal Tuhan.

Hari ini aku mengamat-amati kelakuan orang-orang dan bagaimana cara mereka berespon terhadap sesuatu. Hmm... Aku berharap dapat belajar memberikan respon yang benar...

Orangtua Selalu Benar

Beberapa hari belakangan ini aku sedang belajar mengenai bagaimana cara menghadapi pasien yang benar. Proses belajar ini dibantu oleh seorang relawan dokter spesialis anak konsultan endokrin. Setiap hari beliau akan memberi masukan terhadap bagaimana aku bersikap kepada pasien, mulai dari memperkenalkan diri, anamnesa, pemeriksaan fisik, pemberian terapi dan lain sebagainya.

Ada satu hal yang paling berkesan dalam proses ini, yakni pernyataan beliau bahwa "Orangtua selalu benar." Jadi jangan pernah meremehkan respon orang tua terhadap kondisi anaknya meskipun kadang kala menurut kita itu terlalu berlebihan dan kadang tidak masuk akal. Mengapa seperti itu? Karena orangtualah yang paling memperhatikan dan mengerti mengenai anaknya.

Suatu pernyataan yang sederhana akan tetapi memberi dampak yang besar.

Ketika merenungkan kembali pernyataan tersebut, aku kembali diingatkan akan betapa jahatnya responku terhadap orangtuaku sendiri. Bukannya mendengarkan malah membangkang. Hmm... Bagaimana ketika aku nanti menjadi orangtua dan anakku bersikap kurang ajar padaku seperti yang aku lakukan pada orangtuaku sendiri? Pastinya aku akan sedih sekali...

Jadi, aku berjanji pada diriku sendiri untuk bersikap baik pada orangtuaku sendiri. Memberikan respon yang benar dengan hati yang benar...

Terima kasih papa mama yang sudah membesarkanku. Bersikap sabar terhadap kelakuanku yang jahat ini.

Wednesday, October 1, 2014

Tiga Peristiwa, Satu Hari

Hari ini ada dua hal yang sangat memberkatiku.

Pertama adalah sharing seorang teman yang tetap memuji Tuhan dan tidak menghujat/menyumpahi orang yang telah merampok dan merusak mobilnya.

Kedua adalah tulisan seorang teman tentang "Pemburuk". Tulisannya bisa dibaca di sini
http://majalahpearl1.blogspot.com/2014/09/si-pemburuk.html

Kadang... Dalam hidup banyak sekali hal ataupun orang atau kejadian yang membuat hatiku panas sehingga ingin mengeluarkan amarah dan sumpah serapah. Setiap kali aku mencoba untuk bertahan, mengatakan ingin memaafkan, akan tetapi dengan kemampuan sendiri aku tidak mampu. Pada akhirnya aku menyerah dan berkata, Tuhan, aku tidak mampu. Tolong ajari agar aku bisa mengampuni orang yang berbuat jahat padaku. Engkaulah yang menjadi hakim atas aku dan mereka.

Malam ini, seperti biasanya kami ada acara kumpul, makan bersama dan cerita-cerita. Hasil percakapan itu membuatku menyadari mengenai

Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.
Amsal 16:2

Saat menulis blog ini ada seorang adik kelas yang curhat mengenai masa lalunya. Mengenai penyesalannya. Percakapan malam ini bersamanya mengajarkanku untuk ketika mengampuni, tidak ada lagi kata penyesalan. Mengajarkanku untuk move on dari masa lalu

Tuesday, September 30, 2014

Even The Past...

Tonight I got lecture from endocrinology pediatrician about how to taking history from the patients. She is one of my fave teacher. Taking history is not only about recently complaint but also past medical history because past medical history sometimes is related with.

Believe or not. Like or dislike. Sometimes in our life, we try to forget about the past. Sometimes we try to rid out our past but we forget that PAST PLAYS THE MOST IMPORTANT part in life. Who we are now is a product from the past. Past always follows us in the future.

What I learn from this... Cleanse your past with the Christ valuable blood then face tomorrow

Sunday, September 28, 2014

Aku dan Kamu, Aku dan Tuhan (Semoga Bukan Ilusi)

Hembusan angin yang beberapa waktu belakangan ini terasa dingin meremukkan tulang, malam ini terasa hangat. Aliran hangat tersebut menemaniku dalam perjalanan pulang dari klinik menuju ke rumah. Berbagai macam hal berkeliaran liar dalam benakku. Ada dua hal yang menggangguku belakangan ini.

Seorang teman berkata padaku, "Ada dua hal yang tidak boleh didoakan untuk pasangan hidup. Pertama, tidak seiman. Kedua, sudah punya pacar/tunangan." Perkataan ini mengganggu sekali. Aku tahu merupakan hal yang salah apabila mendoakan pacar/tunangan orang lain, dan sudah berusaha untuk merelakannya tapi bagaimana caranya mengkompromikan pikiran dan perasaan? Dia sudah tidak pernah lagi kusebut dalam setiap doa-doaku. Sekali-sekali dia muncul dalam setiap lamunanku tanpa bisa dicegah.

Hari ini di gereja untuk kesekian kalinya aku mengajar sekolah minggu kelas remaja. Hari ini kami belajar mengenai "Hal Mengikut Tuhan." Sungguh... Pelajaran ini menohok tepat di jantungku. Terasa sakit. Tuduhan-tuduhan pun kembali menderaku karena selama ini ternyata aku masih naik turun dalam ikut Tuhan. Aku masih belum konsisten/disiplin ikut Tuhan. Masih banyak penyangkalan diri yang aku harus lakukan. Masih banyak salib yang yang harus aku pikul. Masih banyak kebiasaan buruk yang harus aku tinggalkan.

Perjalanan dari klinik terasa singkat. Tetesan air perlahan berjatuhan dari langit. Mungkinkah ini hanya ilusi semata. Seperti juga ilusi bahwa sebenarnya dia pun punya perasaan sama kepadaku. Bukan sekedar memberi harapan yang tidak pernah menjadi nyata. Seperti komitmen-komitmen yang aku nyatakan kepada Tuhan. Apakah aku juga memberikan harapan palsu kepada-Nya? Apakah aku pun sama sepertinya?

Peluh membasahi sekujur tubuhku terasa ketika aku memarkirkan sepeda di tempat penyimpanan sepeda. Bersama-sama dengan keempat sepeda lainnya, dia akan menghabiskan malam bersama dengan aman karena kukunci sebelum memasuki rumah. Mandi. Itulah yang akan kulakukan selanjutnya.

Tubuhku telah disegarkan dengan sejumlah air yang tidak seberapa di bak mandi akibat kelangkaan air di rumah ini. Ketika aku menulis blog ini, aku mendengar tetesan-tetesan air turun deras dari langit membasahi tanah yang memberi kehidupan kepada pohon-pohon yang menghijau di Gunung Palung.

Oh ternyata aku tidak menghayal. Hujan ini bukanlah ilusi. Aku pun berharap yang terjadi antara aku dan kamu bukanlah ilusi. Aku berharap apa yang terjadi antara aku dan Tuhan pun bukanlah ilusi.

Monday, August 18, 2014

Week IX-X : Day 57-63 Change My Heart First

Sometimes I feel... God, before I hate someone, blame someone, hurt someone, do terible things please change my heart first and pray for them.

God, this is my prayer

Change my heart oh God,
make it ever true.
Change my heart oh God,
may I be like You.
You are the potter, I am the clay,
Mold me and make me, This is what I pray.
Jesus oh Jesus
Come and fill your lamb 


Monday, August 11, 2014

Week VIII-IX Day 49-56 : I Am Blessed

Sky is not always blue
Sometimes there is no stars above
Ocean has a storm and high tide

Life sometimes badly treats me
Tears hides behind my smile
No one even cares

Then I kneel down
And lift all sorrow in me
Rainbow after the rain
Remind me about God's promise

He always walks with me

I am blessed

Sunday, August 3, 2014

Week VI-VII Day 43-48 : I Have Been Missing Him So Much

Almost five months he came back to his country. Since that day I have been missing him so much. I hope he will come back soon.

Friday, July 25, 2014

Week VI Day 42 : Two Kids

Today is our last day to work before Idul Fitri holiday. Like usually, every Friday, one of our staff comes with his wife and kids. His wife also is our staff. And she had appointment with our dentist.

She has a beautiful three months baby boy. When I was baby sitting him, he always cried if I sat. But he stopped crying when I was cradling him in stand up position. He is very heavy and made my arm stiffness. Hahaha... Maybe I should learn to cradling baby first...

And also that staff has daughter, the older one whom is seven year old. She is spoiled and active child. She made me crazy for hours and refused to came back to home. She wanted to stay with me. Hahaha... Maybe I should learn to teach my kids next time to be a self reliance...

Lesson for today : Become a mother is not an easy. I should learn more.

Thursday, July 24, 2014

Week VI Day 41 : Life is A Vapor

Today we received a saddest news about one of our colleague. He died because of car accident. And he is still young. That news made me thought about this scripture...

Now listen, you who say, “Today or tomorrow we will go to this or that city, spend a year there, carry on business and make money.” 14 Why, you do not even know what will happen tomorrow. What is your life? You are a mist that appears for a little while and then vanishes. 15 Instead, you ought to say, “If it is the Lord’s will, we will live and do this or that.” 16 As it is, you boast in your arrogant schemes. All such boasting is evil. 17 If anyone, then, knows the good they ought to do and doesn’t do it, it is sin for them. James 4: 13-17 NIV

Yeah... Who will know man life? Life is a vapor. It will go anytime. And I want to share also another scripture...

Psalm 90

A prayer of Moses the man of God.

Lord, you have been our dwelling place
    throughout all generations.
Before the mountains were born
    or you brought forth the whole world,
    from everlasting to everlasting you are God.
You turn people back to dust,
    saying, “Return to dust, you mortals.”
A thousand years in your sight
    are like a day that has just gone by,
    or like a watch in the night.
Yet you sweep people away in the sleep of death—
    they are like the new grass of the morning:
In the morning it springs up new,
    but by evening it is dry and withered.
We are consumed by your anger
    and terrified by your indignation.
You have set our iniquities before you,
    our secret sins in the light of your presence.
All our days pass away under your wrath;
    we finish our years with a moan.
10 Our days may come to seventy years,
    or eighty, if our strength endures;
yet the best of them are but trouble and sorrow,
    for they quickly pass, and we fly away.
11 If only we knew the power of your anger!
    Your wrath is as great as the fear that is your due.
12 Teach us to number our days,
    that we may gain a heart of wisdom.
13 Relent, Lord! How long will it be?
    Have compassion on your servants.
14 Satisfy us in the morning with your unfailing love,
    that we may sing for joy and be glad all our days.
15 Make us glad for as many days as you have afflicted us,
    for as many years as we have seen trouble.
16 May your deeds be shown to your servants,
    your splendor to their children.
17 May the favor[a] of the Lord our God rest on us;
    establish the work of our hands for us—
    yes, establish the work of our hands.

Wednesday, July 23, 2014

Week VI Day 38-40 : Love Grows Slowly (I Give Up)

25 years ago my Lord introduced himself to me and still love me until now. For 25 years, He has never been giving up on me. Again He has been proving his love to me. He is very patient. He has been still waiting my love to grow. And...

After 25 years... My love grows slowly.....

Thank you Lord for waiting...

Week VI Day 37 : On The Way To Clinic

4 days ago, when I was biking to clinic, I saw woman whom rode motorcycle with her daughter. Then I heard that little girl whispered verses of Quran. They discussed about verses of Quran. That made me wonder. A beautiful moment when a mom teached her children.

And slowly, I remembered this scripture...

But if serving the Lord seems undesirable to you, then choose for yourselves this day whom you will serve, whether the gods your forefathers served beyond the River, or the gods of the Amorites, in whose land you are living. But as for me and my household, we will serve the Lord. Joshua 24:15

 Lord, if one day You give me an opportunity to have my own family, I will teach my children about You. I will teach them about Your love. Amien...

Saturday, July 19, 2014

Week V Day 36 : Yes I Do

"Promise me you'll always remember : You're braver than you believe, stronger than you seem and smarter than you think."-Christopher Robin to Winnie the Pooh

Yes... I do...

Week V Day 34-35 : Amazing Love

I'm forgiven, because You were forsaken
I'm accepted, You were condemned
I'm alive and well, Your Spirit is within me
Because You died and rose again


I'm forgiven, because You were forsaken
I'm accepted, You were condemned
I'm alive and well, Your Spirit is within me
Because You died and rose again

Amazing love, how can it be
That You my King would die for me
Amazing love, I know it's true
It's my joy to honor You
Amazing love, how can it be
That You my King would die for me
Amazing love, I know it's true
It's my joy to honor You 
In all I do I honor You

I'm forgiven, because You were forsaken
I'm accepted, You were condemned
I'm alive and well, Your Spirit is within me
Because You died and rose again

Friday, July 18, 2014

Week V Day 31-33 : Because She Would Ask Me Why I Loved Her.

If questioning could make us wise
no eyes would ever gaze in eyes;
if all our tale were told in speech
no mouths would wander each to each.


Were spirits free from mortal mesh
and love not bound in hearts of flesh
no aching breasts would yearn to meet
and find their ecstacy complete.


For who is there that loves and knows
the secret powers by which he grows?
Were knowledge all, what were our need
to thrill and faint and swertly bleed?


Then seek not, sweet, the If and Why
I love you now until I die:
For I must love because I live
And life in me is what you give.


Christopher John Brennan

Tuesday, July 15, 2014

Week V Day 30 : An Afternoon Conversation

This afternoon, I and friends had a conversation with one of our medical volunteer. She (our medical volunteer) said that when she was single, she hoped that she would married soon and had a lot of children. She dreamed about nice conversation while they (family) was having meal. They could shared thoughts together. But when she has married, life wasn't like what she expected for. She had busy life and dinner wasn't as good as what she dreamed about. They argued each other. And for life, she had to worked hard. She said that for female doctor, you should sacriface for your family. You should become a woman, mother and also wife. Wake up in the morning and go to sleep late in the night. Life is not as easy as you expect especially when you married.

This afternoon conversation make me realize that I have to prepare myself for married life. And the best time is when I am single. After read Lady in Waiting, I thought that I should have a great relationship with my Lord before I get married. I should spend more time with Him. Being a single is the best privilage. Although, I still dream to have my own family. And still praying. But... I think I want to enjoy my time now.

Thank you Lord for everything. For this last days when You have teached me a lot. Thank you for shaping my characters. Thank you for repent me. Forgive my sins... Thank you lead me back to You...

Thank you for loving me...