Welcome...

Selamat datang di blog saya. Senang sekali ada yang mau berkunjung. Mencoba menjadi penulis yang baik. Menuliskan topik yang terjadi di sehari-hari berdasarkan pengalaman pribadi, lumayan panjang (walaupun capek mikir dan ngetik wakakaka...), inspiratif, informatif, dan tidak membosankan pembaca (karena saya males baca sebenarnya)... Semoga blog ini bermanfaat buat semua yang mampir. Terima kasih... :)

Wednesday, July 4, 2012

Ketika Jatuh Dari Motor

Dua tiga hari ini aku ngobrol secara cukup mendalam dengan beberapa orang. Tidak tahu mengapa topik obrolan tersebut mengingatkanku akan pengalaman dulu. Apa yang terjadi?

Hampir empat bulan yang lalu seorang teman dekat menikah dan aku diundang. Prosesi pernikahannya dilangsungkan di Makassar. Walaupun lumayan jauh, aku memutuskan untuk menghadiri pernikahannya sekaligus menyempatkan diri pulang. Selama di rumah, aku sering sekali mendesak adik untuk mengajariku naik motor. Mengapa aku ingin belajar naik motor? Menurut seorang teman, ketika PTT nanti transportasi yang paling banyak digunakan adalah sepeda motor. Kalau ingin PTT, harus belajar naik motor.

Sebenarnya setahun yang lalu aku pernah belajar. Waktu itu aku yakin cukup mampu mengendarainya. Pertama kali belajar aku langsung bisa dan tidak pernah jatuh. Semakin banyak latihan semakin sempurna bukankah demikian? Walaupun merasa cukup yakin bisa, namun aku tetap ingin mencoba karena selama di Jakarta aku sama sekali tidak pernah mengendarai motor sendiri. Akhirnya aku mendesak adikku untuk mengizinkanku mencoba. 

Pada waktu yang disepakati bersama dengannya aku mengendarai sepeda motor. Awalnya semua berjalan dengan lancar namun ketika tiba di belokan berpasir tiba-tiba dia membuat aku panik dengan berseru berkali-kali. Dia menyerukan agar aku menurunkan gigi dan gas. Akibatnya aku sulit berkonsentrasi dan akhirnya hampir menabrak. Sebelum menabrak, aku menjatuhkan motor ke kanan. Kami berdua jatuh bersamaan. Motor lecet, untungnya tidak rusak. Lutut, siku dan jari-jari kakiku berdarah. Sakit sekali. Aku sudah menangis kecil menahan sakit. Selama beberapa waktu luka tersebut berdarah dan terasa sakit. Selain berdarah, luka tersebut membuatku sulit untuk menekuk kaki. Luka-luka tersebut meninggalkan bekas hingga sekarang.

Terus... Apa hubungannya antara obrolan masa kini dengan kejadian aku jatuh dari motor empat bulan yang lalu?

Hidup menuntut kita untuk melakukan semua hal dengan kecepatan penuh. Berlomba-lomba untuk mencapai target. Aku pun sadar apabila tidak melaju dengan cepat kita akan tertinggal. Namun bagaimana jika kita tidak siap untuk melaju dengan kecepatan maksimum? Apalagi ditambah suara-suara yang memecah konsentrasi. Kita menjadi panik dan akhirnya jatuh. Menyakitkan dan meninggalkan bekasnya.

Beberapa waktu lalu aku pernah membaca buku yang judulnya aku lupa. Buku itu menceritakan tentang kehidupan atlet dan artis yang kariernya terlalu cepat melonjak sehingga mengakibatkan mereka menjadi kaget. Mereka tidak sanggup untuk menghadapi perubahan-perubahan yang ada serta tuntutan yang menyertai. Akibatnya mereka terjebak dalam popularitas. Minuman keras, kehidupan seksual bebas yang tidak terkendalikan serta obat-obatan terlarang. Popularitas malah menghancurkan hidup mereka.

Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apa pun di bawah langit ada waktunya. Pengkotbah 3:1

Aku tahu ambisi, cita-cita itu baik adanya namun semua itu ada waktunya. Mari kita menyerahkan segala sesuatu kepada Dia, Sang Penentu untuk menetapkan. Biarkan Dia mengambil alih hidup kita. Kita berjalan sesuai dengan tuntunan-Nya.

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah Firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. Yeremia 29:11 

No comments:

Post a Comment